Kolam Buana Indah

10 Juli 2009

Produksi benih ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus) kelas benih sebar bag 4

Filed under: panduan — buanaindah @ 22:22
Tags: , , ,

Produksi benih ikan patin siam (Pangasius hyphthalmus) kelas benih sebar bag 4

SNI : 01- 6483.4 – 2000

Standar Nasional Indonesia

5.3 Pemanenan




5.3.1. Sintasan

a)    Benih pada P I                : lihat Tabel 4.

b)    Benih pada P II               : lihat Tabel 4.

5.3.2. Ukuran panjang total dan bobot benih yang dipanen

a)    Benih pada P I sesuai dengan SNI 01 -6483.2-2000

b)    Benih pada P II akuarium/bak sesuai dengan SNI 01 -6483.2-2000

c)    Benih pada P II kolam tanah sesuai dengan SNI 01-6483.2-2000

6          Cara pengukuran dan pemeriksaan

6.1. Cara mengukur suhu

Cara mengukur suhu air dilakukan dengan menggunakan termometer yang dinyatakan dalam satuan °C. Pengukuran suhu air dilakukan dipermukaan air dan dasar wadah ( untuk P II kolam tanah ), pengukuran dilakukan dengan frekuensi dua kali yaitu pagi dan sore hari.

6.2. Cara mengukur oksigen terlarut

Cara mengukur oksigen terlarut dengan menggunakan DO-meter, pengukuran oksigen air dilakukan di permukaan air dan dasar wadah ( untuk P II kolam tanah ), pengukuran dilakukan dengan frekuensi dua kali yaitu pagi dan sore hari.

6.3. Cara mengukur pH air

Cara mengukur pH air dilakukan dengan menggunakan pH meter atau pH indikator.

6.4. Cara mengukur debit air

Cara mengukur debit air dilakukan dengan mengukur volume air kedalam wadah penampungan dibagi waktu yang dibutuhkan dalam satuan liter per detik.

6.5. Cara mengukur ketinggian air

Cara mengukur ketinggian air dilakukan dengan mengukur jarak antara dasar wadah pemeliharaan sampai ke permukaan air, menggunakan meteran atau alat sejenis dalam satuan centimeter.

6.6. Cara mengukur kecerahan air

Cara mengukur kecerahan air dilakukan dengan menggunakan piringan berwarna putih bergaris hitam yang diberi tali atau tangkai dan dimasukkan ke wadah pemeliharaan dan ukuran kecerahan dinyatakan dengan mengukur jarak antara permukaan air dengan batas piringan yang tampak jelas dalam satuan centimeter.

6.7. Cara menentukan jumlah penggunaan bahan

6.7.1. Cara menentukan jumlah pakan

Cara menentukan jumlah pakan dilakukan dengan menghitung bobot rata-rata ikan (minimal dari 30 ekor ikan sampel) dikalikan jumlah populasi ikan yang ditanam dilkalikan persentase tingkat pemberian pakan yang telah ditetapkan dalam satuan

gram atau kilo gram.

6.7.2. Cara menentukan jumlah pupuk

Cara menentukan jumlah pupuk adalah dosis pupuk per meter persegi dikalikan luas wadah pemeliharaan yang dinyatakan dalam satuan gram atau kilo gram.

6.7.3. Cara menentukan jumlah kapur

Cara menentukan jumlah kapur adalah dosis kapur per meter persegi dikalikan luas wadah pemeliharaan yang dinyatakan dalam satuan gram atau kilo gram.

6.7.4. Cara menentukan padat tebar benih

Cara menentukan padat tebar benih adalah perkalian antara jumlah benih yang ditebar per satuan meter persegi dikalikan luas wadah pemeliharaan atau total volume air.

6.7.5. Cara mengukur panjang total benih

Cara mengukur panjang total benih dilakukan dengan mengukur jarak antara ujung mulut sampai dengan ujung sirip ekor menggunakan jangka sorong atau penggaris yang dinyatakan dalam satuan centimeter atau milimeter.

6.7.6. Cara mengukur bobot benih

Cara mengukur bobot benih dilakukan dengan menimbang benih menggunakan timbangan analitik yang dinyatakan dalam satuan gram atau miligram.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.